PR Crisis di Indonesia Sepanjang 2021

Diperbarui: 27 Des 2021


Bagi yang sudah tahu tentang apa itu krisis PR, pasti paham dong kalau krisis itu bisa banget buat PR pusing tujuh keliling. Akibat dari krisis PR beragam, mulai dari munculnya sentimen negatif sampai ke level destruktif di mana petinggi perusahaan mundur dari jabatan loh! Serem nggak tuh? Nah, untuk pemahaman yang lebih oke, berikut lima contoh kasus krisis PR yang pernah terjadi di Indonesia oleh Media Buffet PR:


Kasus Campuspedia

Baru-baru ini, netizen dibuat kaget atas pengakuan seseorang yang pernah magang di Campuspedia. Gimana nggak kaget? Berdasarkan pengakuan mantan anak magang tersebut, para pemagang hanya mendapat gaji 100 ribu per bulan dan akan didenda 500 ribu jika resign, waduh! Sesaat setelah pernyataan itu dipublish di Twitter, pengakuan lain pun bermunculan. Intinya sama, bahwa Campuspedia memberlakukan kebijakan yang “mencekik” karyawan magangnya. Gerak cepat, CEO Campuspedia, Akbar Maulana mengeluarkan rilis yang berisikan permintaan maaf, dan mengatakan bahwa akan dilakukan evaluasi terhadap kebijakan kontroversial ini.


Kasus Promosi Parodi Kompas oleh GoSend

Awalnya mau ngiklan ujungnya malah membawa permasalahan. Inilah yang dirasakan oleh GoSend setelah banyak pihak kecewa dengan visual iklan untuk mempromosikan layanan GoSend. Visual yang seharusnya kreatif itu agaknya terlalu kreatif, sampai-sampai memparodikan koran Kompas dengan nama “Somplak”. Parahnya lagi, kalimat “Amanat Hati Nurani Rakyat” diganti menjadi “Amanat Ati Ampela Rakyat”. Pada akhirnya, GoSend memang sudah meminta maaf atas konten promosi tersebut. Pihak Kompas yang awalnya sempat merasa tersinggung juga menerima permintaan maaf dari Gojek. Syukurlah ya~

Kasus Shopee Tindas Kurir

Netizen Twitter sempat dihebohkan dengan tagar #ShopeeTindasKurir yang pertama kali muncul pada tanggal 11 April 2021. Tagar ini dibuat untuk menanggapi thread yang menceritakan bahwa telah terjadi pemogokan kerja oleh kurir Shopee Express sebagai bentuk protes karena upah yang menurun. Akibat tagar dan thread yang viral, banyak netizen menyuarakan kekecewaannya di media sosial dan mengajak orang-orang untuk uninstall aplikasi Shopee dan beralih ke e-commerce lain.


Kasus Komentar di Twitter oleh KAI Commuter

KAI Commuter pernah memperoleh kritik dari netizen karena komentar di Twitter nih. Komentar yang dinilai tidak etis ini diposting pada 9 Juni 2021, sebagai balasan atas laporan pelecehan seksual yang terjadi di kereta oleh seorang teman penumpang. Setelah mendapat banyak tanggapan negatif, KAI akhirnya menyampaikan permintaan maaf baik kepada publik maupun korban dengan bertemu langsung. Tak lupa, KAI Commuter juga membantu serta mendampingi korban dalam proses laporan ke polisi.

Kasus Ikon PON Papua

Penunjukan Nagita Slavina sebagai ikon PON oleh Panitia Besar Pekan Olahraga Nasional (PON) XX 2021 Papua sempat membuat gaduh. Pasalnya, ada beberapa pihak yang salah mengartikan artis yang sedang naik daun ini sebagai duta PON XX Papua. Orang-orang tentunya nggak terima, karena mereka ingin putra daerah yang menjadi duta pesta olahraga tersebut. Padahal, yang sebenarnya ditunjuk menjadi Duta PON XX Papua adalah pesepak bola asal Papua, Boaz Solossa. Duh, ternyata ada kesalahpahaman ya.


Contoh krisis PR tadi hendaknya kita jadikan pembelajaran ya, agar kedepannya kasus serupa nggak terjadi lagi~


Written by Debora Septenia, Public Relations Intern at Media Buffet PR


3.080 tampilan0 komentar

Postingan Terkait

Lihat Semua