• Rahadian Omar

Perbedaan SEO dan SEM, Serupa Tapi Tak Sama

Diperbarui: 23 Feb


Dalam strategi search optimization, ada SEO, ada juga SEM. Buat yang baru ngulik SEO, pasti suka bingung nih tiba-tiba ada SEM juga. Sebenarnya apa sih bedanya antara mereka berdua? Kalau ada dua gini, harus pilih yang mana? Apalagi dua hal tersebut paling penting dalam strategi digital marketing. Nah kali ini Media Buffet PR akan ngebahas secara sederhana tentang perbedaan antara SEO dan SEM.

Gampangnya, SEO dan SEM ini ibarat kakak beradik yang mukanya mirip. Dibilang kembar juga nggak, tapi tampangnya susah dibedain. Tujuan hadir di dunia sama, tapi proses menjalani hidupnya berbeda. Untuk lebih jelasnya, ada tiga aspek yang harus dipahami, yaitu definisi umum, perbedaannya apa, dan bagaimana cara memilih antara dua strategi optimasi mesin pencari ini.


Pengertian SEO dan SEM


SEO, atau Search Engine Optimization adalah strategi jangka panjang yang bertujuan untuk meningkatkan traffic organik suatu website serta konten di dalamnya, agar bisa mencapai halaman pertama pencarian Google.


Ya, Google. Kenapa Google sih, bukan yang lain? Simple. Karena Google rakus banget, dia menguasai 92,47 persen market share mesin pencari sampai bulan Juni tahun ini. Jadi, biasanya fokus strategi SEO ini ya buat optimasi di Google. Search engine lain minggir dulu ya.


Sedangkan SEM, atau Search Engine Marketing, adalah strategi dengan tujuan yang sama, tapi berbayar. Penerapan SEM ini bayarnya ke mana? Pilihan paling masuk akal ya lagi-lagi Google, lebih tepatnya Google Ads. Nah karena berbayar, hasil optimasi yang didapatkan SEM otomatis jadi lebih instan, namun berjangka. Inilah titik di mana SEO dan SEM mulai berseberangan.


Perbedaan SEO dan SEM


SEO bisa dibayangkan seperti anak pinggir kota dengan minim privilese yang tumbuh menjadi pekerja keras dengan visi jangka panjang untuk menggapai impiannya, yaitu menjadi nomor satu di halaman pencarian Google, dan bertahan di situ selama mungkin.


Kalau kamu mau menerapkan SEO, dibutuhkan tingkat kesabaran dan konsistensi yang tinggi. Karena hasil yang diharapkan dari SEO umumnya baru bisa terlihat dalam hitungan bulan, bahkan mungkin tahun. Belum lagi harus paham juga dengan penerapan strategi digital marketing dan content marketing yang tepat sasaran.


Dibilang gratis, memang proses menerapkan SEO itu gratis. Tapi rasanya agak berat juga deh kalau upaya SEO tidak ditunjang dengan tools seperti Ahrefs atau Ubersuggest untuk analisa performa website dan keyword yang relevan, dan Yoast atau Rank Math untuk optimasi konten. Jangan sampai, PR Agency Jakarta melakukan kesalahan umum ketika mengaplikasikan strategi SEO. Jadi, bisa dibilang SEO ini jauh lebih minim pengeluarannya dibandingkan dengan SEM.


Nah lain cerita dengan SEM. Pernah lihat iklan panci dengan konsep demo masak di TV yang memberikan jawaban atas keluhan panci rusak Ibu kita? SEM kurang lebih mirip seperti itu. Tetapi online. Karena hasil pencarian yang muncul dengan strategi ini akan ditampilkan sebagai iklan. Ketik “jual panci” di Google, maka iklan produk panci akan muncul paling atas, mendahului semua hasil organik. Itu lah khasiat nyata dari SEM.


Dengan pengeluaran yang lebih besar, hasil yang diharapkan bisa lebih cepat tercapai. Memilih target audiens juga lebih mudah dan mengerucut. Dengan segmentasi yang lebih spesifik, maka persaingan di mesin pencari juga jadi lebih ringan. Karena pesaing yang tersisa hanyalah sesama pengguna SEM. Tapi jangan lupakan analisa segmen pasar dan pemahaman akan advertising juga loh, supaya tidak salah sasaran. Budget lebih bukan berarti tidak perlu usaha sama sekali.


Pertimbangan Memilih antara SEO dan SEM


Budget untuk SEM itu jauh lebih besar dari SEO. Jadi buat yang punya budget marketing lebih, SEM is the way to go. SEM itu less effort, dan lebih efisien dalam proses eksekusinya. SEM juga cocok banget buat bisnis yang baru tumbuh dan berkembang, karena SEM bisa lebih cepat “menangkap” niche market yang ingin kamu tuju.


Berbeda dengan SEO. Hasil pencarian yang ditampilkan dari SEO itu organik, tanpa tanda iklan sama sekali. Pengeluaran yang diperlukan untuk SEO juga hanya sebatas tools penunjang, itu pun opsional. Nah biar lebih gampang memilih, kamu bisa coba untuk melakukan audit website terlebih dahulu. Kalau skor SEO website kamu buruk, SEM bisa jadi pilihan selama budgetnya memadai. Tapi kalau ternyata skor SEO sudah cukup bagus, berarti website kamu udah half-baked tuh, tinggal dimaksimalkan aja strategi SEO-nya!


Sebenarnya, dalam dunia digital marketing, SEO dan SEM itu bukanlah pilihan yang sifatnya biner. SEO dan SEM bukanlah dua strategi yang hanya bisa dipilih salah satunya. Bisa juga kok menerapkan keduanya sekaligus. Justru hasilnya akan lebih maksimal seperti itu. Tapi balik lagi, jangan lupa dipertimbangkan dari setiap aspek yang Media Buffet PR sudah jelaskan ya! Good Luck!



Sumber :

https://www.niagahoster.co.id/blog/perbedaan-seo-dan-sem/

https://sasanadigital.com/perbedaan-seo-dan-sem-dalam-dunia-digital-marketing/

https://www.jurnal.id/id/blog/sem-vs-seo/

https://meson-digital.com/blog/apa-itu-search-engine-marketing-sem/

https://www.statista.com/statistics/216573/worldwide-market-share-of-search-engines/


11 tampilan0 komentar

Postingan Terkait

Lihat Semua