Micro Influencer, Strategi Komunikasi Yang Patut Dicoba


Micro Influencer Media Buffet PR Agency Jakarta

Influencer memberikan pengaruh besar terhadap dunia marketing dan public relations. Tidak sedikit perusahaan berlomba-lomba memanfaatkan ketenaran seseorang untuk berkolaborasi dan menciptakan campaign bersama. Seperti yang dilansir Influencer Marketing Hub, 90% marketer percaya bahwa strategi komunikasi menggunakan influencer menjadi bentuk pemasaran yang efektif. Bahkan tidak sedikit budget campaign mereka dialokasikan untuk influencer.


Influencer sendiri terbagi menjadi beberapa jenis, mulai dari nano hingga mega influencer. Akan tetapi, pemanfaatan influencer berbeda-beda. Bukan hanya dari kategori konten mereka, melainkan dari budget yang digunakan para pemasar. Jenis influencer yang sedang ramai digunakan salah satunya adalah micro influencer. Mengutip dari Partipost Indonesia, berdasarkan pengikut, micro influencer memiliki range sebanyak 10.000 hingga 100.000 pengikut. Selain itu, dijelaskan juga bahwa micro influencer memiliki engagement rate yang relatif tinggi.


Baca juga : Engagement Rate: Bukti Media Sosial Sehat


Apa yang membuat micro influencer menjadi pilihan tepat dan mengapa harus memilih jenis influencer satu ini? Media Buffet PR sebagai salah satu PR Agency Jakarta bakalan membahas alasan mengapa micro influencer menjadi salah satu strategi komunikasi yang patut dicoba di era sekarang.

  1. Micro Influencer memiliki engagement rate yang baik Membahas tentang engagement rate, keterlibatan pengikut micro influencer terbilang sangat tinggi. Pengikut yang tidak terbilang banyak inilah yang membuat interaksi antara followers dan influencer tinggi. Biasanya rata-rata keterlibatan ada diangka 3.86% menurut id.berlo.com, angka ini menjadi persentase tertinggi dibandingkan jenis influencer diatasnya. Baca juga : UGC & Influencer, Mana Yang Lebih Efektif?

  2. Satu budget untuk lebih dari satu influencer Bekerja sama dengan micro influencer, kita dapat menghemat biaya promosi. Dibahas oleh Influencer Marketing Hub, biaya yang mereka tawarkan biasanya relatif lebih rendah. Dan biaya yang dikeluarkan lebih efektif dibandingkan kita memilih satu macro influencer saja. Jika kita estimasikan budget untuk 1 macro influencer adalah IDR 5.000.000, maka kita bisa mendapatkan lebih dari 20-50 micro influencer. Berkolaborasi dengan beberapa micro influencer yang memiliki puluhan ribu pengikut, hasilnya bisa saja lebih signifikan.

  3. Jangkauan audiens yang lebih spesifik Micro Influencer memiliki followers yang spesifik atau audiens yang memiliki minat dan ketertarikan yang sejenis. Ini dapat menguntungkan bagi kita untuk memilih micro influencer yang sesuai dengan kategori usaha yang kita miliki. Disebutkan dalam Influencer Marketing Hub, micro influencer memiliki pangsa pasar yang spesifik secara jenis kelamin, usia, pendapatan rata-rata, status sosial, dan minat tertentu.

Itulah alasan mengapa kerjasama dengan micro influencer dapat menjadi pilihan bagi para marketer di jaman sekarang. Dengan biaya yang relatif lebih murah dan jangkauan yang sesuai, ini dapat menjadi solusi untuk PR Agency dalam melakukan kampanye bersama klien maupun untuk meningkatkan awareness brand klien.




Written by Raya Mahesa Public Relations Intern at Media Buffet PR


36 tampilan0 komentar

Postingan Terkait

Lihat Semua