Mengenal Funneling dalam Digital Marketing

Diperbarui: 7 Feb


Dunia digital menawarkan peluang bagi para pelaku bisnis untuk menyodorkan produknya secara instan. Tapi, apakah produk tersebut juga akan laku secara instan? Tentu tidak. Tetap dibutuhkan proses yang harus dipahami, agar kamu bisa mengarungi dunia Digital Marketing dengan penuh percaya diri.


Sebagai salah satu Digital PR Agency Jakarta, Media Buffet PR juga berkutat di ranah Digital Marketing, makanya kegiatan kita juga ga jauh-jauh dari yang namanya funneling. Yuk kita pahami funneling biar lebih paham sama perilaku konsumen dalam membeli produk!


Funneling by Definition

Pernah ga, jiwa konsumtif kamu menggebu-gebu, dan kamu kepikiran untuk beli baju baru padahal ga begitu butuh. Sadar atau tidak, kamu akan melalui beberapa proses seperti memilih Brand yang tepat, melakukan berbagai pertimbangan dari harga sampai review pembeli lain ditelan semua, hingga akhirnya membeli baju baru yang kamu pengen sejak duit gajian udah cair. Perjalanan itulah yang disebut funneling.


Pada dasarnya, funneling terdiri dari empat tahapan dasar, Awareness (kesadaran), Interest (ketertarikan), Decision (Keputusan), dan Action (tindakan).


Awareness (kesadaran)

Sekarang bayangin kalau kamu adalah pemilik Brand baju di atas. Untuk menjalani tahap pertama ini, kamu harus menghadirkan produk yang ingin kamu jual ke khalayak ramai.


Sebarkan melalui sosial media. Siapkan budget dan lakukan placement di platform yang sesuai dengan segmen yang kamu tuju. Tunjukkan kepada netizen kalau produk kamu siap untuk dibeli, dan jangan lupa dibalut dengan pesan yang valuable dan bisa beresonansi dengan calon konsumen.


Interest (Ketertarikan)

Apabila funnel pertama dieksekusi dengan baik, maka akan muncul ketertarikan dari beberapa calon konsumen yang notice kehadiran produk dari Brand yang kamu miliki.


Kamu bisa mempertahankan rasa ketertarikan ini dengan kualitas produk yang kamu tawarkan. Tidak hanya produk, ‘toko’ yang kamu punya juga harus menarik. ‘Toko’ yang dimaksud adalah Website, atau akun sosial media dari Brand yang kamu miliki.


Decision (Keputusan)

Di tahap ini, calon konsumen sudah ingin membeli produk nih. Kini mereka sedang memandangi saldo Mobile Banking mereka cukup lama, sembari meratapi kondisi keuangan di akhir bulan nanti.


Tapi semua keraguan tersebut akan buyar, kalau produk kamu memang se-valuable itu buat mereka. Apalagi kalau kamu ramah terhadap pertanyaan-pertanyaan yang mereka tanyakan di kolom chat toko online kamu. Bisa-bisa mereka jadi customer loyal dan melakukan pembelian lagi kelak.


Action (Tindakan)

Review produk bagus, pelayanan ramah, Brand dapat dipercaya, harga sesuai isi dompet. Tunggu apa lagi? Calon konsumen akhirnya membeli produk yang kamu tawarkan. Kini mereka adalah konsumen, bukan lagi ‘calon konsumen’. Tahap funnel terakhir ini adalah mimpi indah para pelaku bisnis.


Kalau produk sudah laku, jangan lupa berterima kasih kepada mereka yang sudah memilih produk kamu. Jaga hubungan baik dengan mereka dengan menawarkan promo-promo menarik, atau bisa juga memberikan loyalty rewards terhadap pembeli yang melakukan repeat order.


Kenapa Harus Paham Funneling? Apakah ada opsi strategi lainnya?

Ada alasan kenapa strategi ini disebut funnel atau corong. Karena ibarat corong yang memiliki ujung yang kian menyempit, funneling ini dapat digunakan untuk menganalisa konversi lead to sales dari strategi yang kamu lakukan. Contohnya, apabila di awal ada 1000 orang yang aware sama produk kamu, bisa saja hanya 50 orang yang akhirnya mencapai tahapan action, yang akhirnya membeli produk kamu.


Dengan memahami funneling, maka kamu bisa paham di tahap mana para calon konsumen tidak jadi membeli produk kamu. Ini bisa jadi modal untuk bahan evaluasi untuk perkembangan strategi pemasaran kamu kedepannya.


Funneling bukanlah satu-satunya strategi yang dapat kamu gunakan untuk mencapai penjualan. Belakangan ini muncul strategi baru yang dikatakan lebih efisien dalam mengikat hubungan dengan consumer suatu Brand, yaitu Marketing Flywheel. Strategi apa lagi nih? Bahasan tentang Marketing Flywheel akan kita diskusikan di ulasan berikutnya.


Itulah penjelasan singkat mengenai funneling dalam Digital Marketing. Untuk insight lain terkait PR dan Digital Marketing, cek Blog Media Buffet PR ya!


Sumber :

https://theconversation.com/is-your-phone-really-listening-to-your-conversations-well-turns-out-it-doesnt-have-to-162172


https://www.foxnews.com/tech/youre-not-paranoid-your-phone-really-is-listening-in


https://www.vice.com/en/article/wjbzzy/your-phone-is-listening-and-its-not-paranoia


https://www.mcnuttpartners.com/why-we-see-digital-ads-after-talking-about-something/


https://www.uswitch.com/mobiles/news/2021/07/is-your-smartphone-listening-to-you/


https://www.makeuseof.com/tag/your-smartphone-listening-or-coincidence/


https://nypost.com/2021/12/06/urgent-google-warning-for-millions-of-android-users-these-symbols-mean-someone-is-watching/


https://kumparan.com/kumparantech/benarkah-hp-kamu-bisa-nguping-obrolan-ini-penjelasannya-1w8IanMzCtr


97 tampilan0 komentar

Postingan Terkait

Lihat Semua