Strategi Membuat Press Release Ala Digital PR


Pada artikel sebelumnya kita sudah membahas tentang media sosial adalah aktivitas digital PR atau bukan. Di artikel kali ini kami akan membahas tentang press release dalam strategi digital PR.


Teman-teman praktisi public relation pasti sudah memahami bahwa salah satu fungsi dari PR adalah menjalin hubungan dengan awak media atau wartawan. Aktivitas-aktivitas yang dilakukan bisa berupa mengundang media ke event, mengirimkan press release, dan media relation.


Nah seiring dengan perkembangan teknologi internet dan media digital, cara-cara distribusi press release oleh teman-teman PR ke wartawan pun berubah. Jika dulu mengandalkan faksimili, kini bisa menggunakan email, aplikasi pesan seperti WhatsApp, bahkan media sosial.


Ada yang beranggapan bahwa cara-cara tersebut pun bisa disebut sebagai aktivitas digital PR. bener nggak ya?


Press Release dalam Digital PR

Apa dan Tujuan Press Release

Definisi sederhana press release adalah informasi yang disusun dan ditulis oleh praktisi PR dengan tujuan menyampaikan kepada publik melalui wartawan/media massa tentang aktivitas penting di lembaga atau perusahaan tempat praktisi PR bekerja. PR Agency seperti Media Buffet mendistribusikan press release yang berkaitan dengan perusahaan atau lembaga yang menjadi kliennya.


Bagi wartawan, pers release adalah sumber ide dan data untuk berita yang ingin mereka tulis. Namun, fakta di lapangan, tidak semua pers release bisa digunakan sebagai sumber data bagi media karena berbagai banyak faktor. Tapi faktor yang paling sering berpengaruh adalah informasi yang disajikan kurang menarik untuk wartawan karena tidak didukung dengan data-data, misalnya.


Berarti untuk membuat press release juga butuh strategi, dong? Betul!


Press Release SEO Friendly

Di dalam aktivitas digital PR, strategi tersebut disusun salah satunya dengan menggunakan tools yang ada di internet, yang berkaitan dengan Search Engine Optimization (SEO) agar berita yang dipublikasikan di media muncul di halaman pertama Google. Tools tersebut antara lain Google Trends, Keyword Planner, dan tools analytics lainnya. Bingung? Coba baca contoh kasus berikut:


Dina, seorang praktisi digital PR ditugaskan membuat press release untuk mengenalkan produk pengharum ruangan. Dengan memanfaatkan Google Trends, ternyata ia bisa mengetahui seberapa sering pengguna internet mencari informasi yang berkaitan dengan “pengharum ruangan” di Google. Dina kemudian menemukan fakta bahwa trend penggunaan pengharum ruangan dalam satu tahun terakhir sangat meningkat.


Lalu ketika memanfaatkan tools keyword planner, Dina mengetahui kata kunci atau kalimat yang paling sering diketik orang di Google saat mencari informasi tentang pengharum ruangan adalah “pengharum ruangan otomatis” dan “pengharum ruangan tahan lama”.


Dari dua tools tersebut saja Dina sudah bisa menyusun sebuah press release yang berisi tentang data peningkatan penggunaan pengharum ruangan dan jenis pengharum ruangan yang paling banyak dicari orang.


Itulah strategi digital PR dalam membuat press release. Dengan strategi yang terukur maka target yang diharapkan pun akan semakin tepat.


Artinya, jika teman-teman berpikir bahwa mengirim press release melalui email atau WhatsApp Group sudah masuk dalam aktivitas digital PR rasanya belum tepat, ya. Karena itu masih disebut aktivitas PR Konvensional, hanya media yang digunakannya saja yang berbeda.


25 tampilan0 komentar

Postingan Terkait

Lihat Semua