• Rahadian Omar

Media Buffet PR Siap Menyambut Investor di 2022


Mengawali tahun 2022, Media Buffet PR menghadapi tahun yang serba tidak pasti ini dengan kepala tegap. Mengingat pertumbuhan sales yang mencapai lebih dari 100% di 2020, dan 60% di 2021, Bima Marzuki, selaku CEO dan founder dari Media Buffet PR mulai membuka ruang bagi investor yang berkenan untuk bekerjasama dengannya dalam memulai upaya akselerasi pertumbuhan Media Buffet PR pada awal tahun ini.


Berdiri sejak tahun 2017, Media Buffet PR lahir sebagai agency PR di Jakarta tanpa adanya sosok pemodal besar di belakangnya. Saat itu, Bima mendirikan Media Buffet PR berdua dengan partner, hanya bermodalkan ide, keberanian, serta modal < 10 juta rupiah yang cukup hanya untuk mengurus legalitas perusahaan dan menyewa satu meja bundar kecil di sebuah co-working space sebagai tempat kerja hariannya.


Tapi kepercayaan tidak berlama-lama datang ke Media Buffet PR. Diawali dengan Tokopedia sebagai klien perdana, William Tanuwijaya yang mengenal Bima secara personal sejak lama, meminta bantuan Media Buffet PR untuk memenuhi keperluan suatu agenda Public Relations yang krusial bagi Tokopedia saat itu.


Tokopedia menjadi pembuka gerbang bagi klien-klien lainnya untuk datang, juga hadirnya beberapa karyawan baru di tahun 2018 yang menjadikan Media Buffet PR bukan lagi one man show. Berawal dari bekerja sendiri di meja kecil di pojokan co-working space, 3 orang di meja co-working space pada 2018, lalu bertambah jadi 5, hingga kini Media Buffet PR menempati kantor sendiri di bilangan Lebak Bulus, Jakarta Selatan dengan 19 anggota tim di dalamnya.


Timing yang Tepat

Peluang funding baru dibuka tahun ini bukan karena pertumbuhan mulai melambat lalu Media Buffet PR ingin sekedar menjaga ritme dan bermain bertahan. Sebaliknya, sekarang adalah timing yang dirasa tepat bagi para investor untuk datang karena Media Buffet PR secara konsisten tumbuh setiap tahun, sekarang sedang tumbuh tinggi-tingginya, dan mereka lebih dari siap untuk melesat lebih jauh lagi.


“Selama ini kan kita terus tumbuh, tapi pertumbuhannya sengaja ditahan. Karena saya nggak mau (perusahaan) tumbuh terlalu cepat. Saya percaya bahwa semua butuh proses, dan saya ingin menjalani proses itu dengan benar. Karena yang saya pelajari dalam bisnis, growth itu mesti sustain, bukan rapid,” ujar Bima.

Menurutnya, pertumbuhan yang terlalu cepat akan cenderung jatuh cepat juga. Karena itu, selama empat tahun lebih Media Buffet PR selalu bergerak perlahan tapi pasti mencapai tujuan jangka panjang mereka, yaitu going global dalam kurun waktu lima tahun lagi. Bima memiliki bayangan Media Buffet PR kelak akan aktif beroperasi entah di Singapura, Malaysia, atau bahkan Vietnam. Tapi sebelum menuju ke situ, terdapat beberapa pekerjaan rumah yang harus diselesaikan Media Buffet PR terlebih dahulu.


Dari segi kekuatan fondasi internal, Media Buffet PR sudah berisikan orang-orang yang terbukti ahli di bidangnya masing-masing. Dengan komposisi tim dengan rata-rata usia yang relatif muda, menjadi tetap relevan dengan perkembangan industri Public Relations di masa pesatnya pertumbuhan teknologi digital saat ini rasanya tidak menjadi hal yang sulit untuk mereka lakukan.


Tentu, human capital itu sangat penting dalam industri Public Relations yang hingga kini masih sangat bergantung akan manpower di dalamnya. Karena itu, Bima sangat mengedepankan sistem human resource yang mumpuni demi memperkuat fondasi yang menjadi salah satu prioritas tertinggi baginya dalam berbisnis, yaitu people. Ia bahkan memberlakukan bonus overtime bagi interns.


Kepingan Puzzle Terakhir

People, technology, dan financial, adalah tiga fondasi utama yang Bima percaya sangat penting untuk dimiliki sebuah perusahaan saat ini. Di saat dua aspek pertama sudah cukup kuat dan stabil, finansial menjadi kepingan puzzle terakhir yang ingin ia lengkapi sekarang untuk merealisasikan ambisi Media Buffet PR beroperasi secara global.


Nantinya, dana tersebut kelak akan dialokasikan untuk memperkuat lagi struktur Media Buffet PR di segala lapisan. Dalam artian, terdapat setidaknya dua alokasi utama dalam pendanaan tersebut.


Pertama, dana akan digunakan untuk scale up perusahaan. Scale up yang dimaksud adalah dengan menambah karyawan, yang tentunya bertujuan untuk lebih memperkuat struktur fondasi internal tim. Bertambahnya karyawan akan melengkapi lapisan struktur yang belum terisi, dan nantinya akan meningkatkan kapasitas bisnis Media Buffet PR ke depannya.


Kedua adalah pengembangan bisnis baru Media Buffet PR. Karena itu, Media Buffet PR berencana untuk mengembangkan produk baru baru, yaitu training, research dan community.


Pada intinya, inovasi adalah misi Media Buffet PR tahun ini. Dan untuk itu, sokongan finansial adalah langkah yang masuk akal untuk memulai inovasi, selayaknya perusahaan-perusahaan startup yang kerap mendapatkan pendanaan dari perusahaan modal ventura untuk terus berinovasi.


Inovasi tidak hanya berkutat dalam produk saja. Bima menganggap, inovasi juga mencakup hal-hal seperti cara kita melakukan sesuatu, hingga merancang strategi dalam meraih potential market baru, dalam konteks ini seperti bagaimana cara melakukan ekspansi pasar yang melampaui batas negara. Bagi Bima, daya untuk berinovasi merupakan satu hal yang wajib dimiliki setiap pengusaha. Tanpa inovasi, upaya bisnis dalam bentuk apapun akan terlihat fana dan sia-sia.

141 tampilan0 komentar

Postingan Terkait

Lihat Semua