Fenomena New Media: TikTok hingga Youtube Kini Jadi Platform Berita Terupdate



Di tengah perkembangan zaman yang sangat cepat, semakin cepat pula platform media baru bermunculan. Hal ini berpengaruh besar terhadap perubahan pola perilaku masyarakat dalam mengkonsumsi informasi.


Berdasarkan hasil survei Hootsuite dan We Are Social bertajuk “Digital 2021: Global Overview Reports”, tercatat pengguna internet di dunia telah mencapai 4,66 miliar jiwa. Dari jumlah tersebut, 4,22 miliar diantaranya merupakan pengguna media sosial. Tingginya pengguna media sosial juga sejalan dengan waktu yang digunakan selama 2 jam 25 menit setiap harinya.


New Media, Cara Baru Mendapatkan Berita

Dahulu koran, radio, dan televisi menjadi sumber informasi yang teraktual dan ramai dikonsumsi. Namun, kini masyarakat mulai beralih kepada sarana informasi modern, yang sering kali disebut sebagai new media. Ini adalah istilah yang digunakan untuk berbagai jenis media komunikasi yang terbentuk dari interaksi antara manusia dengan komputer dan internet secara khusus.


Bentuk dari New Media yang paling umum dikonsumsi adalah media sosial. Media sosial kini bukan lagi sebatas tempat untuk berjejaring secara online, namun telah menjadi platform sumber informasi yang tepat dan aktual. Berita yang tersaji pun sangat beragam dan dapat berubah-ubah dengan begitu cepat seiring dengan perkembangan informasi yang ada.


Maka, kini tak jarang kita lebih cepat terekspos oleh suatu berita lewat sosial media sebelum lewat media massa seperti TV, koran, majalah dan sebagainya. Selain karena sifatnya yang sangat up-to-date, hal ini dikarenakan sosial media mampu menyuguhkan informasi hanya dalam hitungan detik saja bahkan dengan menggunakan ponsel pintar. Sedangkan, media massa memerlukan beberapa tahapan proses tertentu untuk akhirnya berita bisa sampai ke depan publik.


TikTok dan Youtube Kini Jadi Ladang Informasi Terupdate

Sejak tahun 2020, TikTok menjadi aplikasi yang paling banyak diunduh. TikTok menjadi platform yang digandrungi banyak kalangan, bukan hanya generasi millennials, banyak dari generasi Boomers dan Zoomers (Gen-Z) juga ikut menggunakan aplikasi ini. Selain karena mudah digunakan oleh berbagai kalangan, TikTok juga banyak menampilkan video-video yang relate dengan para penggunanya. Bahkan Indonesia menjadi pengunduh terbanyak dengan mengambil 11 persen dari total unduhan lebih dari 63,3 juta penginstal di seluruh dunia.


TikTok memang menjadi platform yang terbilang cukup unik, dengan menampilkan video singkat berdurasi kurang dari 5 menit, pengguna TikTok atau biasa disebut dengan “TikTokers” ini bisa menonton video-video informatif dengan berbagai konsep. Dari yang membahas dekorasi kamar murah, cara membuat es kopi susu di rumah, review tempat-tempat nongkrong yang lagi hits, hingga cerita viral terbaru soal kasus dalam negeri atau luar negeri yang ramai diperbincangkan para tiktokers.


Salah satu contoh cerita yang viral adalah soal keluhan pelanggan terhadap toko handphone ternama di Indonesia, yang dianggap tidak mau melayani customer dengan pakaian sederhana. Video yang awalnya hanya muncul di TikTok, sontak viral karena jadi bahan perbincangan warga sosial media. Media online pun akhirnya dengan cepat ikut meramu kisah viral dari TikTok ini menjadi bahan publikasi ke khalayak lebih luas.


Sama hal nya dengan TikTok, YouTube juga menjadi salah satu platform yang populer saat ini. Popularitas tinggi tersebut dilatarbelakangi oleh meningkatnya nilai guna platform berbagai video tersebut terhadap pengguna internet. Lantaran banyak pengguna yang mengunjungi YouTube bukan hanya untuk mencari hiburan, tetapi juga untuk mencari konten tutorial, edukasi, informasi terkini, hingga menonton siaran langsung di televisi pun bisa ditonton melalui YouTube. Maka dari itu tak asing lagi bila banyak orang beralih dari televisi ke YouTube.


Bahkan kini YouTube menjadi salah satu tempat yang berguna untuk mengklarifikasi setiap konflik yang terjadi. Salah satunya melalui YouTube Channel “Deddy Corbuzier”. Ia menjadikan channel YouTube nya sebagai wadah bagi para pihak yang terlibat dalam suatu kasus yang viral. Dari kasus politik yang melibatkan para politikus, hingga kasus personal para pesohor papan atas pun pernah diungkap dalam konten YouTube Deddy Corbuzier. Baru baru ini, podcast di YouTube Deddy Corbuzier pun ramai dikunjungi terus menerus karena klarifikasi soal pemain catur curang yang viral hingga tanding catur live dan berhasil menarik jutaan penonton.


Suguhan informasi dalam konsep yang berbeda dan juga pembahasan masalah yang aktual ini, menjadikan podcast Deddy Corbuzier menjadi platform utama tujuan orang - orang untuk memantau update permasalahan terbaru yang ramai dibincangkan masyarakat dunia maya. Hal seperti ini lah yang tak sering bisa kita temukan dalam media massa, karena perbedaan konsep dan sistem yang ada.


New Media kini telah memberikan banyak perubahan, khususnya bagi kehidupan kita sehari-hari. Koran, TV, Radio, Majalah dan media massa lain nya kini pun sudah mulai beralih dalam bentuk digital untuk tetap bisa menjaga eksistensi dan menyaingi new media ini. Tak jarang, media massa yang tidak bisa compete akhirnya gulung tikar. Kini, aplikasi seperti TikTok dan YouTube menjadi sasaran yang dijangkau publik untuk mendapatkan informasi-informasi terkini. Sehingga, tak hanya generasi millenials dan generasi x saja, namun generasi di atasnya pun kini mulai beradaptasi menggunakan internet dan social media agar lebih mudah terhubung dan tetap update dengan beragam informasi terkini.


Written by Savira Chesaria, PR Consultant Intern at Media Buffet

60 views0 comments