• maurizkac

Digital Campaign: Strategi Joe Biden pada Pemilihan Presiden Amerika Serikat 2020


Tahun 2020 bisa dibilang menjadi tahun keberuntungan bagi Joe Biden. Biden berhasil mengalahkan Donald Trump di pemilihan presiden Amerika Serikat. Joe Biden bersama wakilnya Kamala Harris telah memecahkan rekor dengan meraih jumlah suara terbanyak atau popular vote sepanjang sejarah pemilihan presiden AS.


Keberhasilan Biden meraih suara lebih dari 74 juta rakyat “Negeri Paman Sam” tentunya membutuhkan strategi khusus dalam melakukan kampanye, apalagi di tengah situasi pandemi Covid-19. Adaptasi pun dilakukan dengan memanfaatkan teknologi digital agar kampanye dapat berjalan dengan lebih cepat dan tepat sasaran.


Digital Campaign: Cara Berkampanye Zaman Now


Kehadiran platform digital seperti sosial media memang memberikan banyak kemudahan, salah satunya dalam melakukan kampanye pemilihan presiden. Tim Biden yang baru memanfaatkan sosial media pun merasakan kemudahan melakukan kampanye, mengingat sosial media dapat menjangkau lebih banyak audiens.


Berdasarkan survey yang dilakukan oleh Pew Research Center, saat ini tercatat sekitar tujuh dari sepuluh orang Amerika menggunakan media sosial untuk saling terhubung dengan satu sama lain, membaca berita, berbagi informasi, dan mencari hiburan. Melihat data tersebut ditambah dengan situasi yang tidak ideal untuk melakukan kampanye politik secara langsung, maka tidak heran jika kedua calon presiden Amerika Serikat gencar melakukan kampanye melalui platform digital untuk bisa menjabat sebagai presiden ke 46 Amerika Serikat.


Perkembangan teknologi telah memberikan banyak kemudahan, khususnya dalam hal bersosialisasi melalui platform social media. Langkah politikus menggunakan platform social media sebagai wadah untuk mengkomunikasikan visi dan misi kepada seluruh warganya menjadi pilihan yang tepat. Lantaran kini masyarakat lebih banyak melakukan aktivitas di depan layar gadget, ketimbang melakukan tatap muka.


Influencer Sebagai Tools Komunikasi Pilpres


Strategi kampanye digital Biden telah tumbuh secara eksponensial, salah satu strategi digital paling signifikan yang dibuat oleh tim kampanye mantan wakil presiden AS itu adalah meminta influencer untuk melakukan siaran langsung melalui instagram pribadi mereka bersama Joe Biden, di mana mereka dapat bertanya tentang apapun yang mereka inginkan terkait pandangan dan kebijakan yang akan diimplementasikan Biden jika terpilih nanti.


Tiim kampanye Biden-Harris berinisiatif menggunakan jasa agensi “Village Marketing” untuk membantu mengelola kemitraan mereka dengan para influencer di sosial media.

Beberapa influencer yang telah berpartisipasi dalam kampanye digital Biden diantaranya adalah aktris dan pembawa acara talk show Keke Palmer, Jerry Harris dari serial Netflix "Cheer," Youtuber Bethany Mota dan penari Allison Holker. Melalui para influencer tersebut, Biden berhasil meraih lebih dari 20 juta orang, yang kebanyakan diantaranya mungkin tidak akan melihat konten mengenai kampanye Biden-Harris bila tidak dilakukan melalui akun media sosial influencer-influencer tersebut.


Partisipasi influencer di kampanye digital Biden-Harris bersifat sukarela dan juga bukan berarti influencer tersebut memberikan dukungan kepada Biden-Harris secara publik. Strategi ini hanya bertujuan untuk berinteraksi dengan para influencer sebagai orang-orang yang memiliki kredibilitas dan audiens tertentu, dengan harapan audiens influencer tersebut akan merasa lebih mengenal Biden serta mengetahui visi dan misinya sebagai calon presiden.


Influencer yang dipilih Joe Biden sebagai tools untuk bisa terkoneksi lebih dekat dengan para warga Amerika Serikat, berhasil mengantarkan Biden ke ‘Gedung Putih’. Hal ini membuktikan bahwa kekuatan influencer di era social media sangat berpengaruh besar. Masyarakat lebih menanamkan kepercayaan lebih dari informasi-informasi yang disampaikan oleh para influencer.


Written by Savira & Cinthya, Consultancy PR Intern at Media Buffet

79 views0 comments