• maurizkac

Cerita ZAP dan Media Buffet: Mengoptimalkan Brand Positioning Kala Krisis

Updated: Dec 15, 2020


Berbicara mengenai brand, seberapa kuat ingatan kita mengenai produk dengan brand nya? Hal tersebut butuh melihat pasar dan ketertarikan audiens dimana hal itu yang membawa perusahaan atau brand kita memiliki positioning di khalayak. Proses itu bisa dikatakan sebagai brand positioning.


Situasi pandemi Covid-19 saat ini memberikan pukulan besar bagi para pelaku bisnis di Indonesia. Tak sedikit pelaku bisnis yang hilang arah dan terpaksa harus gulung tikar lantaran tak berhasil mendapatkan keuntungan dari produk atau jasa yang mereka tawarkan. Kami sepakat bahwa brand positioning merupakan salah satu penolong agar market tetap ingat dengan perusahaan atau brand.


Berdasarkan situasi analisis ini, Media Buffet sebagai pelaku bisnis sektor komunikasi terdorong untuk melaksanakan webcast Talk N Share vol. 3 pada hari Rabu tanggal 11 November 2020. Kali ini, Media Buffet mengangkat tema “Brand Positioning Dalam Membantu Bisnis Tetap Survive Dikala Krisis”.


Talk n Share Vol. 3 dihadiri narasumber Feriani Chung selaku Vice President of Sales & Marketing ZAP Clinic dan juga Bima Marzuki selaku CEO Media Buffet. Kedua narasumber bercerita mengenai tantangan, proses, dan strategi brand positioning yang telah mereka terapkan secara konsisten sejak awal usahanya berdiri hingga sekarang serta manfaat apa yang mereka rasakan dari brand positioning tersebut.


Menerapkan teknologi di DNA Media Buffet

Bima bercerita mengenai strategi Media Buffet yang sejak awal telah membangun brand positioning sebagai PR agency yang impactful dan terintegrasi dengan teknologi serta sosial media dalam menyusun strategi komunikasi untuk para kliennya. “Brand positioning itu adalah sebuah proses yang hasilnya tidak bisa dirasakan hanya dalam sehari semalam saja. It’s a long journey. Tapi karena butuh proses, maka dampaknya untuk bisnis pun juga lebih kuat.”


Sekarang Media Buffet sudah merasakan benefit dari strategi brand positioning nya, hingga banyak perusahaan teknologi baik nasional maupun multinasional yang menunjuk Media Buffet menjadi partner untuk membantu mensukseskan program komunikasi mereka. Tentunya selain strategi brand positioning yang tepat, diperlukan juga konsistensi dan effort yang cukup besar untuk mendapatkan hasil yang sepadan.


Pivoting Mendukung Brand Positioning

ZAP Clinic menjadi salah satu brand yang bisa dibilang telah sukses dalam menciptakan brand positioning. ZAP yang awalnya dikenal sebagai klinik penghilang bulu, sempat dibantu oleh Media Buffet untuk mewujudkan positioning barunya yaitu sebagai klinik kecantikan. Bahkan, di tengah pandemi seperti sekarang ini, ZAP kembali melakukan pivoting dengan menghadirkan klinik kesehatan sebagai salah satu solusi untuk para klien ZAP yang concern akan masalah kesehatan namun enggan pergi ke rumah sakit akibat situasi yang tidak kondusif.


“Saat adanya pandemi ini kami cukup struggle, bingung ingin membawa bisnis ini ke arah mana. Di satu sisi kami tidak ingin menyumbang angka karyawan di PHK, disisi lain kami tidak ada pemasukan. Tetapi kami selalu ingat niat awal berdirinya ZAP yaitu untuk menjadi solusi. Akhirnya kami beradaptasi dengan melakukan pivot dari klinik kecantikan ke klinik kesehatan dengan memanfaatkan database klien lama kami.” Kata Feriani dalam webcast Talk N Share Vol.3 yang dilakukan via zoom.


Dari diskusi dan insight yang diberikan oleh kedua narasumber di Talk n Share Vol. 3 dapat disimpulkan bahwa menciptakan brand positioning bukanlah suatu hal yang mudah dan merupakan sebuah proses yang hasilnya tidak bisa didapatkan secara instan, namun karena proses dan effort yang dikeluarkan tidak sedikit maka hasil yang didapatkan pun juga sesuai.


Written by Cinthya Namira & Savira Chesaria, PR Consultancy Intern

14 views0 comments