Apa Key Performance Indicator dari Digital PR?

Aktivitas Public Relation (PR) tradisional memiliki banyak Key Performance Indicator (KPI) dan bergantung pada obyektif yang ditentukan. Namun tujuannya adalah untuk meningkatkan brand awareness. Lalu apa KPI dari digital PR?


Seperti yang pernah dibahas pada artikel sebelumnya, digital PR merupakan aktivitas PR tradisional yang terintegrasi dengan strategi digital marketing. Selain untuk meningkatkan brand presence dan brand awareness di ranah daring, digital PR juga memiliki manfaat untuk meningkatkan ranking Search Engine Result Page (SERP) website brand/perusahaan di Google, dan menyediakan informasi penting yang bisa mendorong penambahan lead atau potensial customers.


Baik PR tradisional maupun digital PR sama-sama memiliki tujuan memberikan impact atau pengaruh pada kampanye yang dijalankan melalui aktivitas PR. Jika pada PR tradisional, impact yang diharapkan adalah publikasi media, maka pada digital PR bisa lebih banyak lagi.


Sebagai digital PR agency, Media Buffet menentukan Key Performance Indicator untuk kampanye sebuah brand dengan melihat impact yang dihasilkan, antara lain melalui:


KPI Digital PR

Brand mention

Ini berkaitan dengan seberapa banyak brand muncul atau disinggung dalam artikel, diskusi online, percakapan atau timeline media sosial. Gerald Zaltman dalam bukunya "How Customers Think: Essential Insights into the Mind of the Market” menyebut jka 95 persen keputusan konsumen dalam memilih dan membeli suatu produk adalah karena pengaruh alam bawah sadar mereka.


Menurutnya, semakin sering calon konsumen mendengar, membaca, dan melihat sebuah brand maka semakin besar ia akan tertarik untuk membeli brand tersebut. Media Buffet menggunakan tools social listening Brand 24 dalam memonitoring percakapan di media sosial tentang brand yang sedang dikampanyekan.


Media publications

Sama seperti PR tradisional, publikasi di media massa juga menjadi Key Performance Indicator penting dalam digital PR. Untuk setiap kampanye online yang dijalankan Media Buffet selalu melakukan media monitoring, salah satunya dengan tools Google Alert, untuk mengukur seberapa banyak media online yang tertarik dengan kampanye tersebut.


Website traffic

Ketika menjalankan sebuah kampanye digital PR, salah satu tujuannya adalah mendorong traffic atau kunjungan ke website milik brand. Semakin tinggi angka organic traffic yang dihasilkan bisa menjadi indikator kesuksesan kampanye tersebut. Website traffic bisa meningkatkan lead dan potential customers.


Keyword ranking

Aktivitas digital PR tak bisa dilepaskan dari penentuan target keyword atau kata kunci. Keyword yang merupakan bagian dari Search Engine Optimization (SEO) adalah cara untuk memahami audience behaviour di internet. Indikator yang juga digunakan Media Buffet untuk menentukan sebuah kampanye adalah dengan melihat apakah keyword yang diselipkan dalam sebuah artikel di website milik brand muncul di halaman pertama Google.


Social shares and engagement

Sejak media sosial masif digunakan oleh pengguna internet di seluruh dunia muncul istilah social currency atau mata uang sosial. Forbes mendefinisikan social currency sebagai popularitas di media sosial yang kemudian memunculkan istilah viral atau trending topic. Semakin popular sebuah brand di media sosial maka akan semakin tinggi nilainya di mata konsumen.


Ketika menjalankan kampanye digital PR, Media Buffet juga mengukur seberapa banyak kampanye tersebut dibagikan melalui media sosial, berapa banyak follower bertambah, dan berapa ‘like’ yang dihasilkan. Tolak ukurnya kemudian bisa menjadi lebih dalam lagi. Seperti apakah kampanye yang dijalankan ini memunculkan sentimen positif atau negatif.


Wiko Rahardjo


8 tampilan0 komentar

Postingan Terkait

Lihat Semua