5 Kesalahan SEO yang Sering Terjadi

Diperbarui: 18 Jan


Apabila kamu bekerja di PR Agency Jakarta seperti Media Buffet PR, SEO merupakan salah satu hal yang harus kamu pahami juga. Siapa bilang seorang PR ga butuh SEO? Pada era di mana tren Marketing bergeser ke ranah digital, penting untuk seorang PR untuk memahami SEO juga. Karena di zaman sekarang, praktik PR juga semakin melebur dengan praktik Digital Marketing. Karena itu, pemahaman SEO akan berguna apabila kamu ingin menerapkan digital PR, seperti yang sering kita lakukan di Media Buffet PR.

Dalam melakukan SEO, ada banyak sekali hal yang harus diperhatikan dengan teliti. Karena itu, wajar apabila content writer atau PR pemula melakukan kesalahan dalam menerapkan SEO. Dengan mengetahui kesalahan yang sering terjadi, nantinya kita dapat menjadi lebih peka dalam mengidentifikasi kesalahan-kesalahan SEO ini kedepannya. Let’s find out!

Kesalahan Umum SEO


Tidak Melakukan Riset Keyword

Tanpa diawali dengan riset keyword, maka upaya SEO apapun yang kamu lakukan nantinya akan sia-sia. Karena itu, jangan sampai lupa melakukan riset keyword terlebih dahulu sebelum lanjut ke proses-proses selanjutnya. Untuk membantu kamu melakukan riset, kamu bisa gunakan tools seperti Google Trends, Ubersuggest, atau SEMrush untuk mulai melakukan riset keyword.

Keyword stuffing

Keyword stuffing dapat berdampak ke mana-mana loh, baik dari sisi mesin pencari maupun user. Mesin pencari akan menganggap kamu melakukan spam, dan hasil tulisan kamu juga ga akan enak dibaca oleh user.


Pengunjung website dan pembaca konten-mu itu manusia. Jadi jangan kesampingkan human factor dalam menerapkan SEO ya. Karena konten yang berisikan terlalu banyak keyword, akan terlihat seperti menyajikan konten hanya untuk robot (mesin pencari), bukan manusia (user).

Komposisi Penulisan

Jangan lupa, kalau penempatan keyword juga harus ada di meta description, title tags, alt text pada gambar, dan format URL. Komposisi penulisan yang ideal dan penempatan keyword di tempat yang tepat akan mempermudah Google dalam melakukan crawling, indexing, dan ranking terhadap website-mu secara menyeluruh.


Sedikit saran nih, komposisi penulisan yang ideal yaitu untuk title tag maksimal 60 karakter, dan meta desription maksimal 150 karakter.


Mengabaikan Hal-Hal Teknis

SEO tidak melulu berfokus pada teknik penulisan, tetapi juga meliputi hal teknis lainnya seperti loading speed website, dan juga desain versi mobile. Website dengan loading speed yang lama, dan tidak mobile-friendly, juga akan berdampak bagi SEO loh. Mesin pencari dapat mendeteksi website mana yang memiliki loading speed yang cepat, dan mana yang tidak. Jadi, pastikan kamu merancang website dengan load yang tidak terlalu berat, juga dengan desain versi mobile atau amp yang tidak kalah ergonomis dari versi desktop.


Belum Memahami Korelasi SEO Dengan UX

Banyak pemula yang belum memahami bahwa SEO dan UX memiliki korelasi yang saling berkaitan satu sama lain. Gampangnya, SEO membantu mesin pencari menempatkan website-mu di halaman pertama Google, dan UX berperan untuk mempertahankan user yang mengunjungi dan menelusuri website-mu, agar user betah menelusuri dan terus kembali lagi mengunjungi website-mu.


Website dengan pola navigasi yang mudah dipahami user, lengkap dengan desain yang responsif dengan loading speed yang cepat, bisa berdampak sama peringkat website kamu di Google, sekaligus meningkatkan kualitas User Experience pada website-mu. Killing two birds with one stone!


Itulah beberapa kesalahan SEO yang kerap terjadi. Kalau kamu sudah pernah mengalami semua kesalahan di atas, semoga terdapat pelajaran yang berarti dari kesalahan itu ya. Di Media Buffet, pak Bima Marzuki selaku CEO selalu berkata kepada timnya “Jangan takut salah!”. Dalam konteks ini, kesalahan dalam menerapkan praktik SEO justru dapat kamu jadikan pelajaran untuk memahami SEO lebih dalam lagi. Good luck!


40 tampilan0 komentar

Postingan Terkait

Lihat Semua