3 Tahun Berkarir di Media Buffet PR, Ini Bedanya Public Relations di Kuliah dan Dunia Kerja!

Diperbarui: 21 Okt


Berkarir di dunia public relations merupakan cita-citaku semasa SMA. Ketika berhasil mendapatkan gelar sarjana komunikasi di LSPR, PR agency merupakan targetku untuk memulai karir sebagai PR.


Di dunia PR agency kita ditantang untuk selalu kreatif, problem solving, beradaptasi dengan ritme kerja yang cepat, dan bekerjasama dengan berbagai pihak di waktu yang bersamaan.


Didukung oleh lingkungan pekerjaan yang sehat serta pemimpin yang hebat, hal tersebut tidak menjadi halangan buatku di Media Buffet PR, melainkan semangat untuk mendapatkan hasil yang terbaik.


Baca juga: Ini Ceritaku Saat Berkarir di PR Agency Jakarta | Proses Pengembangan Diri Kiara Zalfa di Media Buffet PR


Media Buffet PR adalah tempat dimana aku bisa mendapat segudang pengalaman karena aku tidak hanya ditempatkan di 1 industri saja, tapi bisa mendapat kesempatan untuk terjun ke industri lainnya.


Selama hampir 3 tahun di Media Buffet PR aku berkesempatan memegang sejumlah client dari bidang yang berbeda, mulai dari industri keuangan, minyak dan gas, beauty, platform Over-The-Top (OTT), hingga platform e-commerce. Berikut adalah beberapa pengalaman yang aku dapatkan ketika bekerja di Media Buffet PR.


Public Relations di Dunia Nyata

Public Relations Punya Cakupan yang Luas

Semasa kuliah S1 di LSPR dengan jurusan Public Relations, aku belajar banyak praktik PR mulai dari penulisan press release, crisis management, publicity, dan PR event. Tapi ternyata PR tidak sesederhana itu. Sejak terjun di PR agency, ternyata ada beberapa hal yang tidak aku pelajari selama kuliah.


Seperti membuat survey insight, membuat briefing document untuk berbagai konten, membuat talking points untuk pemangku kepentingan perusahaan, bekerjasama dengan media dan komunitas, pemilihan KOL yang tepat, hingga urusan merchandise yang cocok untuk merepresentasikan brand.


Selain itu, kini PR juga bekembang ke ranah digital yang disebut sebagai Digital Public Relations. Dimana PR bukan hanya sekedar publikasi media, atau brand awareness yang semuanya dilakukan dan dicapai secara online.


Digital PR adalah bagaimana kita mengintegrasikan antara public relations dan digital marketing. Setelah Digital Public Relations mungkin kedepannya akan ada istilah atau ilmu baru lagi mengenai PR, maka dari itu menjadi seorang PR kita harus selalu up-to-date terhadap perkembangan zaman.


Baca juga: 5 Kesalahan yang Biasa Terjadi dalam Menerapkan Digital Public Relations


Strategi PR atau Aktivitas PR Tiap Perusahaan Berbeda

Awalnya aku berpikir menjalankan PR hanyalah menulis press release, berbicara didepan publik, membuat project event dan membangun hubungan dengan media. Namun ketika bekerja di PR agency, kami banyak membuat proposal pitching untuk client yang berbeda, sehingga aktivitas PR bisa dikembangkan sesuai dengan objective dan target market yang dituju.


Sebelum membuat strategi, kita perlu memahami bagaimana customer behavior dari sebuah brand, media apa yang mereka gunakan dan apa saja yang sudah dilakukan kompetitor sebagai benchmark, sehingga kami dapat membuat aktivitas yang sesuai dengan ketertarikan mereka.


Misalnya ketika aku meng-handle client dibidang minyak dan gas dengan target pengusaha. Selain membuat press release, kami juga reach out ke komunitas pengusaha, serta bekerjasama dengan media yang mempunyai target market yang sama.


Lain halnya ketika kita menghandle client dibidang beauty. Industri beauty di Indonesia sangat erat kaitannya dengan Key Opinion Leader (KOL), maka selain membuat press release kami juga banyak bekerjasama dengan KOL beauty dan lifestyle untuk mencapai digital presence yang lebih unggul dari kompetitor.

Press Release Listicle

Menulis press release nggak melulu soal korporat atau hard selling sebuah produk. Cara penulisan seperti ini bahkan seringkali diabaikan oleh wartawan. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk menulis press release, agar hubungan simbiosis mutualisme antara PR dan wartawan bisa terus terjalin.


Baca juga: Antara Public Relations dan Wartawan, Bukan Sekadar Saling Membutuhkan


Saat aku meng-handle client di industri keuangan, salah satu tantangannya ialah mengembangkan konten yang sudah pernah dituliskan sebelumnya. Salah satu alternatifnya adalah menulis press release dengan gaya listicle. Dimana kita menulis dengan tema seputar tips tentang keuangan, hal ini juga yang belum pernah aku pelajari sebelumnya semasa kuliah.


Nyatanya gaya penulisan seperti ini lebih banyak diminati oleh media karena sifatnya yang tidak terlalu ‘berjualan’. Selain itu berdasarkan dari penelitian Semrush.com, artikel dengan format listicle mempermudah proses SEO, karena artikel listicle punya peluang lebih besar untuk berada di halaman pertama Google.

Itulah beberapa pengalaman yang bisa kubagikan selama bekerja di Media Buffet PR. Semoga artikel ini dapat membantu kamu dalam berkarir sebagai Public Relations ya! Simak terus blog dan media sosial Media Buffet PR untuk insight terkait PR yang lebih dalam lagi ke depannya!


Written by Sinka Sutandang, Public Relations Consultant at Media Buffet PR


99 tampilan0 komentar

Postingan Terkait

Lihat Semua